PT Ekamas Fortuna bersama RS. Hermina Kepanjen Edukasi Bahaya Pernikahan Dini di SMPN Satap Pagak

Screenshot_20261012-184820

MALANG, Update News.com – Fenomena pernikahan dini di wilayah Pagak menjadi perhatian PT Ekamas Fortuna. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan memberikan edukasi kesehatan reproduksi, pubertas, dan bahaya pernikahan dini kepada siswa-siswi SMP Negeri Satu Atap Pagak, Kabupaten Malang, Senin (12/10/2026).

Kegiatan yang diikuti siswa, wali murid, dan guru ini dikemas ringan dan komunikatif. Tujuannya mendorong pelajar memahami perubahan masa pubertas serta dampak pernikahan dini terhadap masa depan.

Pemateri, dr. Hanifah Hidajanto Dokter dari RS Hermina Kepanjen mengatakan materi menitikberatkan pada pemahaman kesehatan reproduksi dan pubertas.

“Hari ini temanya tentang kesehatan reproduksi, pubertas, dan bahaya dari pernikahan dini. Materinya kami sampaikan tidak terlalu berat, yang penting anak-anak memahami,” ujar Hanifah.

Respons siswa dinilai baik. Mereka mampu menjawab pertanyaan setelah materi disampaikan.

“Dari pertanyaan-pertanyaan yang kami berikan, jawabannya sudah benar semua. Jadi responsnya bagus,” katanya.

Ia berharap pemahaman ini menjadi bekal untuk menjaga kesehatan dan menghindari pernikahan di usia belum siap, sehingga angka pernikahan dini di lingkungan sekitar bisa menurun.

Sementara itu, Manajer Public Affair and License PT Ekamas Fortuna, Afif Nur Rokhman, menegaskan kegiatan ini bentuk kepedulian perusahaan terhadap generasi muda.

“Kegiatan hari ini kami memberikan edukasi tentang bahaya pernikahan dini. Kami berharap memberikan banyak manfaat kepada adik-adik karena mereka adalah generasi emas,” ujar Afif.

Menurutnya, materi disesuaikan dengan kondisi sosial sekitar. Berdasarkan informasi sekolah, pernikahan dini masih sering terjadi.

“Pernikahan dini itu cukup berbahaya karena mereka masih memiliki perjalanan hidup yang sangat panjang. Harapan kami, mereka bisa menyelesaikan pendidikan dengan baik sampai selesai dan tidak putus sekolah,” tegasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah preventif untuk memperkuat pemahaman generasi muda mengenai kesehatan reproduksi sekaligus menekan potensi pernikahan dini di Kabupaten Malang. (Sugeng/Dk)