Kakek Pikun Ditemukan Meninggal di Sungai Karangploso, Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Kekerasan

Screenshot_20260619-001418

MALANG, UPDATE NEWS.COM – Seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Lowok, Dusun Lowok, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Rabu (17/6/2026). Korban diketahui bernama Naim (85), warga Dusun Baba’an, Desa Ngenep, yang sebelumnya dilaporkan tidak pulang ke rumah selama dua hari.

Penemuan jasad korban bermula saat sejumlah anak tengah memancing di sekitar sungai dan melihat tubuh seorang laki-laki dalam kondisi tidak bergerak. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada warga dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Kasihumas Polres Malang AKP M. Budiono mengatakan, setelah menerima laporan, personel Polsek Karangploso bersama tim medis Puskesmas Karangploso langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal.

“Korban pertama kali ditemukan oleh anak-anak yang sedang memancing di sungai. Setelah mendapat laporan dari masyarakat, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal,” kata AKP Budiono, Kamis (18/6/2026).

Dari keterangan keluarga dan para saksi, korban diketahui sudah dua hari meninggalkan rumah dan belum kembali. Korban juga disebut mengalami gangguan daya ingat atau pikun akibat faktor usia.

“Berdasarkan keterangan keluarga, korban memang sudah lanjut usia dan mengalami pikun. Korban diketahui meninggalkan rumah sejak dua hari lalu dan tidak diketahui keberadaannya,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan luar oleh tim medis menemukan luka pada bagian kepala di atas telinga kanan yang diduga akibat benturan dengan bebatuan di sekitar sungai. Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun dugaan tindak pidana.

“Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban diduga terpeleset di sekitar sungai hingga mengalami benturan pada bagian kepala. Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan indikasi adanya unsur kekerasan atau peristiwa pidana,” jelas AKP Budiono.

Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Keluarga juga telah membuat pernyataan tidak akan menuntut pihak mana pun atas kejadian tersebut.

“Atas permintaan keluarga, jenazah selanjutnya diserahkan untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan. Meski demikian, petugas tetap melakukan langkah-langkah penyelidikan sesuai prosedur guna memastikan seluruh fakta di lapangan,” pungkas AKP Budiono.

 

 

Jurnalis: H. Mansyur 

Editor: Diky Prasetyo